Senin, 25 Januari 2010

Rumah Murah yang Mewah dan Eksklusif

Bukan jamannya lagi mendapatkan rumah mewah dan eksklusif harus mahal. Harus anda ingat, ada sebuah profesi yang akan membantu anda mendapatkan rumah tersebut dengan biaya yang tidak mahal, yaitu "Arsitek". Walaupun tidak semua arsitek seperti itu. Oleh karena itu, pada kesempatan ini, saya akan membahas seorang arsitek yang dapat membantu anda mendapatkan rumah tersebut, beliau merupakan guru saya ketika saya melakukan Kerja Praktek atau kata umumnya Praktek Kerja Lapangan (PKL). Nama beliau adalah Yu Sing, pimpinan dari Konsultan Arsitek Genesis.

Berikut adalah buktinya, biasanya dengan uang 250 juta rupiah, rumah seperti apa yang bakal anda dapatkan? Dengan jumlah harga segitu mungkin anda akan mendapat rumah di sebuah perumahan, yang desainnya sama dengan desain-desain rumah di samping anda. Dan desainnya sangat biasa dan terlihat kurang berkualitas. Maaf sebelumnya jika ada yang tersinggung. Bukan maksud saya untuk merendahkan. Namun agar setiap rumah hendaknya dibangun dengan baik dan sesuai dengan kenyamanan penghuninya. Di samping adalah contoh rumah dengan harga 250 juta pada umumnya.

Dan di samping ini adalah contoh rumah dengan biaya pembangunan sekitar 250 juta. Rumah tersebut kebetulan saya yang mengerjakan, ketika melaksanakan Kerja Praktek di Genesis, dengan dibantu oleh Pak Yu Sing. Saya dibimbing dengan ide-idenya yang brilian dan mampu membuat rumahnya menjadi lebih murah. Nah, terlihat eksklusif kan? Anda dapat memiliki desain rumah yang unik dan sesuai dengan karakter anda. Dan juga tidak ada yang menyamai desain rumah anda. Kanopinya dibuat dengan dasar analogi dedaunan yang bertumpuk-tumpuk. Agar kesan "alam" dapat lebih dirasakan Selain unik, anda akan mersakan sensasi ruang yang biasanya anda dapatkan di rumah yang mewah. Seperti kolam pada entrance rumah dengan air yang merambat di dinding sampai ke kolam. Dan taman dalam rumah yang langsung menyatu dengan ruang keluarga anda dan ruang makan anda. Di dekat ruang makan pun juga terdapat kolam kecil, agar ketika makan menjadi lebih segar dan nafsu makan meningkat. Hal tersebut di atas dapat dapat anda lihat di denah rumah di bawah ini.

Selanjutnya adalah contoh interior rumahnya:














Ruang Keluarga














Ruang Tidur Anak















View dari kolam ke dalam rumah

















view dari atas


















view dari atas 2

Mau tahu kenapa dengan harga yang sama, anda bisa mendapatkan rumah yang lebih eksklusif dan mewah? Hmmm..enaknya saya tulis disini sekalian gak ya..Soalnya panjang banget...
Ya sudah,,bagi yang sangat ingin tahu berikut ini jawabannya:




















A. Denah yang Sederhana tetapi Inovatif

Desain denah sederhana yang inovatif maksudnya adalah denah yang geometrinya sederhana, misalnya kotak. Tetapi dalam kesederhanaanya, denah tersebut memiliki kekuatan dalam mengeksplorasi konsep. Misalnya konsep hemat energi, yaitu dengan memaksimalkan cahaya yang masuk sehingga meminimalkan cahaya buatan pada siang hari dan tata ruang yang bisa menghemat penggunaan lampu di malam hari, membiarkan sirkulasi udara mengalir lancar, agar tidak membutuhkan AC lagi. Atau minimal menghemat pemakaiannya.

Cara-cara yang dilakukan adalah sebagai berikut:

1. Ruang-ruang yang dibentuk tidak terlalu gemuk dan menempatkan taman di dalam ruang. Jadi cahaya masih bisa menembus sampai ke tengah ruang. Udara pun dapat berhembus ke sela-sela ruang. Seperti gambar denah di samping.


2. Jika lahan sempit, tempatkan zona servis di
area depan. Agar zona belakang bisa dimaksimalkan untuk kenyamanan keluaga.

3. Membagi zona sesuai tingkat prifasinya, sehingga tiap kegiatan tidak saling mengganggu.
4. Menyusun ruang yang mudah dalam perawatan.

5. Menciptakan denah yang dapat menciptakan pengalaman ruang yang tidak biasa. Seperti gambar dibawah ini, kamar tidur utama yang langsung menghadap taman.









B. Penentuan Bahan, Dimensi, Bentuk Struktur dan Komponen Rumah


Langkah ini sangat berperan dalam menghemat biaya pembangunan rumah. Karena sebagian besar rumah terdiri dari struktur. Dan struktur lah yang menopang rumah. Jadi bila bisa menghemat pada bagian ini, penghematan biaya pembangunan akan semakin mudah dicapai. Cara-cara yang biasa dilakukan di Genesis adalah:

1. Tinggi antar lantai, Genesis menggunakan tinggi antar lantai yang minimal, tetapi nyaman untuk penghuninya. Biasanya tinggi yang dipakai a
dalah 2,8 m. Dengan meminimalkan tinggi lantai, maka ada cukup banyak kubik beton yang dihemat.

2. Dimensi kolom, balok dan sloof sedikit di atas batas minimal tetapi keamanan tetap dijaga. Lebar balok dan kolom disesuaikan dengan tebal
dinding, agar terlihat lebih rapih dan clean saat setelah di finishing.

3. Tidak melebih-lebihkan bagian struktur yang tidak terlalu dibutuhkan. Misalnya balok latai. Yu sing sering mewanti-wanti untuk tidak perlu ada balok latai. Solusinya adalah dengan meneruskan kusen sampai ke balok lantai.


4. Kesatuan yang baik antar semua komponen, dengan kesatuan ini, semua komponen bisa saling mendukung. Misalnya, pada proyek yang praktikan kerjakan di atas tadi, Ru
mah Andy, Depok. Dengan adanya atap di taman belakang, menjadikan ruang di taman belakang aman dari tampias air hujan dan sengatan sinar matahari. Sehingga semua pintu di taman belakang bisa dihilangkan.


C. Pemilihan Material


Semua material yang digunakan Genesis pada proyek rumah murah selalu dipertimbangkan dari harga , kemudahan dalam mendapatkan material tersebut dan kesesuaian dengan ikoim dan ko nsep rumah. Namun material murah pun di setiap daerah harganya berbeda .Di satu daerah termasuk murah, tetapi di daerah lain bisa saja mahal. Karena ditambah biaya tambahan, seperti transportasi, distributor, dll. Jadi dalam setiap memutuskan penggunaan material, harus dilihat dulu dimana proyek itu berada. Dari material yang murah tersebut, diolah menjadi desain yang unik, dan inovatif. Sehingga tidak terlihat murahan lagi.









Material Batako yang disusun secara unik.








Acian semen yang dipadukan dengan atap bambu.


Sekian dulu info dari saya, terima kasih. Maaf kalo agak berantakan..Mohon kritik dan sarannya....










6 komentar:

  1. hehehe,,
    maap ya man ikut komentar..
    kok kayakna desain yang tertera diatas tuh meminta pengguna desainnya untuk bikin rumah lebih dari 1 lantai ya..?
    trus gimana dg peminat rumah dengan 1 lantai aja..?
    sebelumna maap aku bukan org arsitektur, jd ga tau nama ato sebutan utk beberapa kata.. hehehe.
    ada lagi nih, setelah aku liat desain yg tampak atas kok dapur nyampur ama ruang tamu ya?
    bukannya di bagian deskriptipmu mengatakan kalo ruang servis dengan ruang privasi tuh bisa ga jadi satu meskipun kondisina sempit...
    gtu aja man dari aku..
    thanks :)

    BalasHapus
  2. mau tanya,,
    gimana dengan pencahayaan rumah yang km buat pas KP di Pak Yu Sing?
    soalnya klo dilihat dr denahnya (denah yg hitam putih),gak ada jendela ke arah luar.
    apakah cukup cahaya yg dibutuhkan untuk menerangi ruangan hanya dengan adanya taman dan kolam di dalam rumah (yg mungkin menggunakan atap fiber)?
    dan juga gmn dengan sirkulasi udara di dalam rumah?
    waaa maaf tanyanya banyak,gambarna gak lengkap sih,,

    BalasHapus
  3. @piyo:
    tu cuma contoh aja ko piyo..mau 1 atau 2 lantai terserah kliennya..tapi saranku sih mending rumah tu strukturnya disiapin buat kemungkinan dibuat jadi 2 lantai atau lebih..kan nasib manusia bisa meningkat. Jadi pas mereka sudah mampu dan kebutuhan mereka meningkat, misalnya punya anak lagi.. Rumah bisa diluaskan lagi ke atas. Jaadi bisa lebih murah..Istilahnya Rumah Tumbuh pi..perlu dipertimbangkan juga harga lahannya....

    Kalo struktur dibuat cuma 1 lantai kelak pas mau renovasi bakal sangat mahal..bahkan harus dirobohkan semua..kan sayang banget..

    Ruang tamu kan bukan ruang privasi..kan itu tempat menerima orang luar pi..jadi itu malah memudahkan servis ke tamunya (menyiapkan suguhan mungkin)..

    begitu..makasih komentarnya piyoo..

    BalasHapus
  4. @anggi:
    untuk di lantai 1 memang tidak ada jendela keluar karena samping-samping rumah ini ada rumah lagi..tapi untuk lantai 2 dapat dimungkinkan untuk memberi jendela..dan semua menggunakan kaca nako..jadi lebih murah dan juga berfungsi untuk sirkulasi udara..

    dulu sudah aku lakukan simulasi dengan sketchup (software untuk menciptakan gambar 3D)....dan ternyata pencahayaannya mencukupi, seluruh ruang mendapat cahaya yang cukup..

    gambar2nya sudah saya lengkapi..semoga bisa lebih menjelaskan..silahkan dilihat lagi..hehe..

    BalasHapus
  5. saya Bagus dari teknik elektro UNDIP...
    sekarang saya sedang menggeluti dunia pencahayaan dan pengaturan energi untuk bangunan, baik perumahan maupun industri. Apakah ada peluang kerjasama dengan saudara Norman ini berkaitan dengan disain tata cahaya??

    BalasHapus
  6. @bagus:
    wahh,,peluang kerja samanya sangat besar sodara bagus...saya juga membutuhkan ilmu tentang penghematan energi bangunan dan tata cahaya...

    rusaknya lingkungan hidup bisa dikurangi dari penghematan energi pada bangunan tersebut gus... Mau kerja sama kayak gimana ni? hubungi saya saja pak bagus mau bagaimana kerja samanya...

    BalasHapus